Anda Berada Di: Home

Acara Syukuran Ultah Prof. Dr. Subroto Ke-92

E-mail Cetak PDF

Laporan

Acara Syukuran Ultah Bapak Prof. Dr. Subroto ke-92

Dan Peresmian Gedung Subroto

untuk SMK Plus Berkualitas Lengkong Mandiri (BLM) dan Akademi Komunitas Lengkong

dan Gedung Kemal Idris-Sadar untuk SMP Plus Berkualitas Lengkong Mandiri

Sabtu, 19 September 2015

 

Pendahuluan

Kegiatan diawali dengan penyambutan Bapak Subroto dan keluarga oleh Tim Kesenian Palang Pintu SMP Plus BLM diiringi penampilan tim marawis SMK Plus Berkualitas Lengkong Mandiri (BLM) hingga ke tempat duduk bersama para tamu undangan. Selanjutnya acara dibuka oleh Ibu Marniza Septina, S.Pd.I selaku pembawa acara, didampingi ananda Nabila Nurdin (Peserta didik Kelas XII Marketing) membacakan susunan acara dalam Bahasa Inggris. Menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh Tim Paduan Suara dan Tim Angklung SMP-SMK Plus Berkualitas Lengkong Mandiri (BLM) serta seluruh tamu undangan. 

 

Sambutan dari Ketua Yayasan Bangun Bina Anak Indonesia (YBBAI), Bapak Dr. Rizal Sikumbang.

Dalam kata sambutannya, Beliau menyampaikan ucapan selamat datang kepada para tamu undangan di Kampoeng Pendidikan Mandiri (KPM) Lengkong, tempat dimana udaranya masih segar dan bebas polusi. Acara ini merupakan moment yang jarang dan langka, dimana Bapak Subroto yang genap berusia 92 tahun,  Beliau masih bersemangat. Hal ini sudah tentu berkat dukungan Ibu Ratih Subroto. Beliau juga menyampaikan tentang kunjungan Bapak Subroto dua hari lalu bersama pengurus Ikatan keluarga Akademi Militer Yogyakarta antara lain Bapak Baruno Subroto, Bapak Djarot Soedarsono, Ibu Woro Mastuti, dan Ibu Eri Trinurini. Nantinya mereka akan memberikan pelajaran kepemimpinan kepada para peserta didik di sekolah ini. Pada kesempatan ini juga disampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Sarwono Kusumaatmadja yang tujuh tahun lalu datang ke Sekolah Lengkong. Kemudian beberapa bulan lalu juga membantu memberikan sumbangan buku-buku untuk Perpustakaan Anak Medco-YBBAI. Ucapan terima kasih juga kepada Bapak Sadar. Atas jasa dan perjuangannya demi kemajuan pendidikan sehingga Beliau layak disebut Pejuang Pendidikan khususnya di Lengkong.

 

Sambutan Bapak Subroto

Dalam kata sambutannya, Bapak Subroto menyampaikan bahwa Lengkong Wetan ini telah menjadi Desa Pendidikan. Anak-anak SMP dan SMK Plus BLM sekarang kalau diajak bicara sudah berani menatap kita. Hal itu berkat model 4 M yang dikembangkan oleh YBBAI dan Sekolah Lengkong. Dengan membaca kita bisa membuka cakrawala dunia, menumbuhkan harapan, dan meningkatkan kemampuan. Tujuan dari sekolah ini adalah membetuk Leaders yang mampu membawa Indonesia Raya Sejahtera tahun 2045. Syarat yang harus dimiliki Leaders/pemimpin : memiliki keberanian, pengetahuan, dan kemampuan untuk berkomunikasi. Yang ditanamkan kepada Peserta didik adalah Membaca, Menulis, Menghitung mengajarkan logic, Musik. Bedanya Sekolah Lengkong dengan yang lain : peserta didik diajarkan kemampuan untuk merasakan, mencintai, menghargai. Pendidikan yang ditanamkan adalah melalui “roso/rasa”, kemudian mengembangkan “cipto”, selanjutnya “karso” dan yang ke-4 adalah “karyo”. Hal itu merupakan falsafah yang diambil dari Ki Hajar Dewantara.

 

Penampilan Siswa :

Pembacaan Pidato dalam Bahasa Inggris oleh ananda Diva Rindu Ursula dan dalam Bahasa Indonesia oleh ananda Tasya Amelia (Peserta didik kelas VIII SMP Plus Berkualitas Lengkong Mandiri (BLM)). Kemudian dilanjutkan oleh ananda Bayu Alamsyah (Peserta didik SMK Plus Berkualitas Lengkong Mandiri (BLM), kelas XII Marketing). Dalam pidatonya, ananda Bayu menyampaikan beberapa hal sebagai berikut :

“Sosok Bapak Subroto ibarat tokoh Bima. Karena sikap dan perilaku beliau mencerminkan sosok Bima yang selalu patuh terhadap gurunya. Tidak mudah menjadi seperti Bapak Subroto, butuh kerja keras dan tekad yang tinggi. Kagum kepada Bapak Subroto karena kesederhanaanya. Setiap datang ke Sekolah Plus Berkualitas Lengkong Mandiri (BLM) selalu mengenakan baju putih dan celana cokelat. Bapak adalah tokoh penting di negeri ini. Diusia yang ke-92 masih aktif bahkan sering melakukan kunjungan kerja ke luar negeri. Pendidikan adalah sesuatu yang sangat penting, dimana melalui Pendidikan, Indonesia Raya yang Sejahatera tahun 2045 bukan hal yang mustahil untuk kita wujudkan. Bagi generasi muda khususnya siswa SMP dan SMK, mari kita bersemangat untuk selalu belajar dan menjadi orang yang lebih baik lagi. Karena Januari tahun depan Masyarakat Ekonomi (MEA) ASEAN akan dibuka. Kita sebagai generasi muda akan dihajar oleh arus tenaga kerja dari luar negeri. Apabila kita merasa puas dengan yang ada saat ini maka kita akan kalah dengan mereka”

 

Selanjutnya Puisi oleh Ananda Syfa Soleha Barata (Peserta didik kelas XII SMK Plus Berkualitas Lengkong Mandiri (BLM), Jurusan Marketing). Teks Puisi terlampir.

 

Pidato Kunci oleh Bapak Ir. Sarwono Kusumaatmadja :

“Sekolah Lengkong ini adalah Sekolah yang patut dicontoh karena Sekolah ini adalah Sekolah yang berkarakter. Tujuh tahun lalu saya ke sekolah ini menghadapi murid-murid yang luar biasa. Lain daripada yang lain. Mereka berani bertanya, mereka berani berbicara, mereka membungkuskan pendapatnya itu dengan sangat bagus. Sekolah berkarakter penting sekali, yang menentukan nasib sasaorang adalah karakter. Dari karakter itulah timbul keluarannya “roso, karso,  cipto dan karyo”. Contohnya ada di sekolah. Yang dipancarkan dari sekolah ini adalah karakter yang baik, karakter yang memancarkan kebaikan, komitmen yang menular kepada masyarakat suatu bangsa. Hal inilah yang diperlukan bangsa ini, lahirnya lingkaran-lingkaran kebajikan menggantikan lingkaran setan. Inilah yang kita lihat di Sumatera dan Kalimantan, terjadinya kebakaran hutan. Diusulkan agar dilaksanakan lomba essai untuk Berkualitas Lengkong Mandiri (BLM) tingkat SMP dan SMK. Nanti pembiayaannya akan dibantu.”

 

Diskusi Panel

Dipandu oleh Bapak Rizal Sikumbang selaku moderator dengan tema “Pemberdayaan Potensi Lokal untuk Kemandirian Bangsa”. Narasumber dalam diskusi panel ini : Bapak Novian M. Thaib, Bapak Ahmad Jatika dan Bapak Agung Prana. Resume materi yang disampaikan oleh mereka adalah sebagai berikut :

  1. Bapak Novian M. Thaib (Ketua Dewan Pengawas Yayasan Bangun Bina Anak Indonesia (YBBAI) dan Bendahara Subroto Foundation (SB-Fund) :

“Kiprah Yayasan Bngun Bina Anak Indonesia (YBBAI) selama ini adalah untuk mendukung perkembangan masyarakat dalam bidang perpustakaan dan pendidikan. Karya Yayasan Bangun Bina Anak Indonesia (YBBAI) dengan membangun sekolah ini telah menunjukkan perhatian yang besar khususnya kepada masyarakat lokal. Melalui minat baca tulis Yaysan Bangun Bina Anak Indonesia (YBBAI) dan Sekolah Berkualitas Lengkong Mandiri (BLM) berupaya membangun kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia khususnya generasi muda. Memberikan kesempatan kepada masyarakat melalui perpustakaan yang dapat membawa anak kepada cakrawala. Sekolah ini tumbuh atas tuntutan masyarakat sekitar terhadap pendidikan yang berkualitas. Melalui budaya 4 M (Membaca, Menulis, Menghitung dan Musik) yang diterapkan di sekolah kita bisa mengarahkan anak-anak dalam menggapai cita-cita.

 

Dengan adanya sekolah Berkualitas Lengkong Mandiri (BLM) ini, kini terbuka akses pendidikan yang baik dan berkualitas. Ada diantara 2 kawasan berkembang BSD City dan Bintaro Jaya, keberadaan sangat unik dan strategis. Ternyata sekolah ini dapat menimbulkan prestasinya. Sekolah Plus Berkualitas Lengkong Mandiri (BLM) menyediakan Pendidikan yang berkualitas dan diharapkan menjadi sekolah unggulan. Pertama perlu adanya sarana dan prasarana yang berkualitas. Kedua, guru-guru sebagai ujung tombak dalam pembentukkan calon pemimpin. Ketiga, kurikulum yang memberikan suatu tambahan atau pelengkap dari kurikulum yang sudah ada sehingga mempunyai nilai tambah. Keempat adalah perpustakaan yang menunjang kegiatan sekolah. Laboratorium yang bisa menunjang siswa : Lab IT, Lab Bahasa, Lab Sains, Lab Kewiusahaan. Dan Manajemen yang transparan dan terpercaya”.

 

 

 

  1. Bapak Agung Prana, CEO Bali Taman Sari Eco Resort :

“Best practice adalah salah satu model pengembangan pariwisata berbasis masyrakat. Model Best Practises ini sudah terbukti nyata, efektif menyulap lingkungan hidup yang rusak parah menjadi destinasi pariwasata pilihan. Menjadi inspirasi bagi desa-desa di Bali dan Indonesia, untuk mengembangkan potensi desanya. Menjadi pilihan pembelajaran bagi banyak universitas terkemuka dunia, sebagai educational destination. Stimulus ekonomi rakyat pedesaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Diliput serta dikampanyekan oleh media terkemuka dunia, seperti: CNN FOX, BBC, dan beberapa media lokal Indonesia. Trend pasar berkualitas, special interest destination yang otentik. Desa wisata di Bali bisa diwujudkan dengan cara : membangun jiwa dan semangat kabersamaan diantara warga masyarakat dan pemberdayaan masyarakat”.

 

  1. Bapak Ahmad Jatika, Direktur Nusantara Organic Sustainable Centre (NOSC) :

“Ketika bekerja di kapal pesiar, Bapak Ahmad Jatika bertemu dengan wisatawan yang sedang berlibur, kemudian dia bertanya kepada mereka (suami istri) bahwa ternyata pekerjaan mereka adalah farmers (petani), dari situ kemudian berpikir bagaimana kemudian bisa mengembangkan pertanian di Indonesia. Sistem pertanian yang dikembangkan saat ini di Nagrak Sukabumi (NOSC) adalah pertanian organik khususnya adalah penanaman padi organik. Padi yang dikembangkan disana adalah murni padi organik tidak menggunakan pupuk kimia atau obat lainnya. Sebelum penanaman, para petani disana diberikan penyuluhan/pelatihan yang meliputi pengenalan tanaman padi, unsur hara dan hama, sistem pertanian organik, tata cara pembuatan kompis, pupuk organik cair dan lain-lain”.

 

Penandatanganan MOU kerjasama YBBAI – Mc Dandiest Hospitality Management

Penandatangan MOU kerjasama diwakili oleh Bapak Rizal Sikumbang selaku Ketua Umum YBBAI dengan Bapak Dendi Haryadi dan Heri Atmojo dari Mc Dandiest Hospitality Management untuk pendirian  Di dan D2 Lengkong Culinary and Hotelia School (LCHS).

 

Doa penutup

Oleh Bapak Yudi Wahyudi, S.Ikom, dilanjutkan dengan Pemotongan nasi tumpeng tanda syukur Bapak Subroto atas nikmat usia, Ramah tamah dan makan siang bersama para tamu undangan.