KEGIATAN SARASEHAN SEHARI
“SAATNYA YANG MUDA BICARA”
RABU, 08 FEBRUARI 2012, TAMAN TEATER SEKOLAH PLUS BLM
| Mengambil tema “Saatnya Yang Muda Bicara” dan mengambil latar tempat di Taman Teater Sekolah Plus BLM dengan kondisi tempat yang nyaman, di bawah pohon – pohon Melinjo dan dengan cuaca yang baik, Sarasehan Sehari “Saatnya Yang Muda Bicara” berhasil di laksanakan pada tanggal 08 Februari 2012, | |
| Para undangan yang datang dengan bebas memilih makalah yang mereka ingin baca ketika melintasi meja tamu, di sapa dengan senyum yang ramah dan santun, dan kemudian para undangan di persilahkan duduk di bangku yang telah di sediakan dan telah dihidangkan makanan kecil yaitu kacang rebus, kripik kangkung (kangkung di ambil dari Agro poncol Lestari) di meja masing-masing tepatnya di bawah rerimbun pohon Melinjo, di Taman Teater Sekolah Plus BLM. Acara ini diawali dengan kata sambutan dari Bapak Prof. Dr. Subroto selaku ketua dewan Pembina YBBAI dan kemudian sambutan dari Bapak Dr. Rizal Sikumbang sebagai Ketua pengurus YBBAI, kemudian masuk ke acara pokok yaitu presentasi dan sesi presentasi di awali dengan 2 (dua) pemakalah kunci yang berhasil membuka acara dengan baik, yaitu : 1. Bapak Ir. Koesparmadi, Dosen Planologi ITI Serpong Judul : “Pengembangan masyarakat Lengkong : Visi Global, Potensi dan Solusi lokal”
2. Nani Daryati, S.Pd, Bendahara SMP & SMK Plus BLM Judul : “Sejarah Pendidikan di Lengkong Wetan” Tema “Saatnya Yang Muda Bicara” bukan hanya sekedar tema, namun pada kesempatan inilah acara yang di gagas oleh Yayasan Bangun Bina Anak Indonesia menampilkan para Alumni yang berhasil di cetak di Sekolah Bagus Tidak Harus Mahal yaitu SMP Plus BLM, dan juga para siswa/i SMK Plus BLM. Mereka merupakan pembicara – pembicara muda yang berhasil membawakan makalah mereka masing-masing dengan sajian presentasi yang menarik dan penuh dengan intonasi semangat menyuarakan isu yang mereka bawakan, mereka adalah : 1. Muhayat, Mahasiswa ITI Serpong, Alumni ke-1 Judul : “Peranan Teknologi Informasi Dalam Memajukan Masyarakat Lengkong dan sekitar"
2. Ermawati, Mahasiswa ITI Serpong, Alumni ke-1 Judul : “Upaya Peningkatan Nilai Tambah Produk Agrobisnis”
3. Santi, Mahasiswa FTUI Salemba, Alumni SMP Plus BLM ke-2 Judul : “Kastanisasi Dunia Pendidikan Membelenggu Ke-Indonesiaan” 4. Heny Rahmawati, Mahasiswa FTUI Salemba, Alumni SMP Plus BLM ke-2 Judul : “Pepustakaan sebagai Penggerak Potensi dan Pencerdasan Anak” 5. Nurhidayati, Mahasiswa FTUI Salemba, Alumni SMP Plus BLM ke-2 Judul : “Softskills Kunci Untuk Sukses” 6. Holiah, Mahasiswa ITI Serpong, Alumni ke-2 Judul : “Potensi Kali Angke Sebagai Aset Olahraga dan Wisata di KPM Lengkong” 7. Yuli Mulyana, Siswa SMK Plus BLM, Alumni SMP Plus BLM ke-3 Judul : “Lengkong Dalam Lintasan Sejarah” 8. Lana Wiratama, Siswa SMK Plus BLM, Alumni SMP Plus BLM ke-3 Judul : “Tantangan dan Peluang Dalam Pemasaran Sayuran Organik” 9. Febrian Ramadhan, Siswa SMK Plus BLM, Alumni SMP Plus BLM ke-3 Judul : “Pengaruh Sekolah Internasional Terhadap Sekolah Plus BLM” 10. Fitriyana, Siswa SMK Plus BLM, Alumni SMP Plus BLM ke-3 Judul : "Sekolah Bagus Tidak Harus Mahal" 11. Santia, Siswa SMK Plus BLM, Alumni SMP Plus BLM ke-3 Judul : "Terkepung Di Kampung Sendiri" 12. Fitriyani, Siswa SMK Plus BLM, Alumni SMP Plus BLM ke-3 Judul : “Industri Kreatif di Sekolah Plus BLM” Mereka semua berhasil membuat para hadirin yang datang kaget, menyandang sebuah predikat “anak desa” namun mereka mampu menyuarakan isi hati, pemikiran dan ilmu mereka dengan santun dan beretika serta dengan penjelasan yang dimengerti para undangan dengan penuh percaya diri. Ketika setengah sesi presentasi masuklah ke acara makan siang, makan di lingkungan terbuka dengan menu desa yaitu Sayur asem, tempe, tahu, sambal, lalapan (daun selada, mentimun, dau kemangi), ikan teri asin dan kankung (kangkung yang dioleh adalah kangkung organik yang di tanam sendiri oleh petani Agro Poncol Lestari yang merupakan unit usaha yang di bawahi langsung oleh YBBAI). Dan sebagai pencuci mulut dihidangkan rambutan, buah yang banyak terdapat di daerah Lengkong. Semua hadirin terlihat begitu bersemangat menyantapnya.
| |



