Eko Endang Swara, Curhat tentang Mutu Pendidikan Banten yang Kalah dari Jakarta
Anggaran Terbatas, Fasilitas Tak Penunjang
Provinsi Banten memang tak jauh dari Jakarta sebagai ibu kota negara. Namun kondisi pendidikan di Provinsi yang di pimpin Hj. Ratu Atut Chosiyah itu, cukup memprihatinkan. Mutunya tertinggal dari wilayah tetangganya.
YERI VLORIDA, Serpong
Kenapa hal itu bisa terjadi? Masalahnya, cukup kompleks. Pe-nyebabnya beragam diantaranya selain ter- batasnya anggaran, ju-ga disebabkan minim-nya fasilitas sekolah serta terbatasnya jumlah tenaga guru berkualitas.
Data-data dari Diknas Pemprov Banten menyebut-kan, sekitar 68 ribu pelajar di wilayah itu tertinggal di bidang pendidikan. Bagai-mana mungkin untuk mencetak pelajar yang berkualitas jika kuali-tas tenaga guru tak menunjang. Data ter-sebut juga menyebut-kan, dari jumlah 113 ribu guru di Banten, tercatat 61 persen ti-dak masuk kualifikasi jenjang sarjana (S-1).
Hal itu diungkapkan Kadis Diknas Pemprov Banten Eko Endang Swara, saat meresmikan prasasti SMP Plus Berkualitas Lengkong Mandiri (SMP+BLM), Kelu-rahan Lengkong We-tan, Serpong, Kabu-paten Tangerang, kemarin. Acara itu merupakan rangkaian peringatan 100 tahun kebangkitan nasional.
Melihat kondisi tersebut, kata Eko, Pemprov Banten akan berusaha meningkat-kan kualitas pendi-dikan para guru dalam bentuk beasiswa kuli-ah. Untuk itu, Pem-prov akan menjalin kerjasama dengan Universitas Terbuka (UT) dengan alokasi dana senilai Rp 2 juta per bulan.
Namun, tentu saja jumlah itu belum mencukupi, sebab pemerintah pusat saja hanya menganggar-kan untuk jatah 400 guru saja. Eko, me-ngakui masalah pen-danaan yang minim sebagai salah satu penyebab keterting-galan pendidikan di wilayahnya.
Untuk itulah peme-rintah berupaya de-ngan mengalokasikan dana anggaran pendi-dikan dari pusat seni-lai Rp 817 miliar dari APBN. Jumlah terse-but termasuk angga-ran dana BOS, pem-bangunan gedung ser-ta mendirikan sekolah terbuka seperti paket B dan C.
Saat ini saja, ber-dasarkan Angka Par-tisipasi Kasar (APK) Banten baru menca-pai level pertama dengan jumlah 80,78 persen. Sedangkan untuk Kabupaten Tangerang sebesar 82,6 persen.
”Tingkat pertama merupakan pendi-dikan wajib belajar 9 tahun dan siswa tidak terputus sekolah. Tar-get tahun ini 95 per-sen akan tercapai men-jadi tingkat madya. Tingkat paripurna, ar-tinya jenjang pendi-dikan mampu menca-pai lulus SMA dan saat ini baru dicapai Kota Tangerang dan Kota Cilegon,” jelasnya.
Hingga 2008 ini, pemprov Banten terus berupaya untuk meng-genjot kualitas pendi-dikan. Bantuan akan diberikan dengan membangun 628 ru-ang kelas bagi seko-lah yang sangat mem-butuhkan. Selain itu akan ditambah pula 40 Unit Sekolah Baru (USB) dengan total dana Rp 30 miliar.
Bantuan lain dengan membangun 200 Ta-man Bacaan Masya-rakat (TBM). Jumlah itu menambah 1.666 unit TBM yang sudah ada yang dilengkapi buku bacaan serta pe-ngelola pustakawan. (*)
BICARA PENDIDIKAN: Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Banten Eko Endang Swara, saat meresmikan prasasti SMP Lengkong Mandiri,
kemarin
http: //www.indopos.co.id email: Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya


